My Self-care Is Not Only About Skincare

Widiw judulnya Bahasa Inggris, bahasannya Bahasa Indonesia. Nak Jaksel banget sih gue. Namun bagaimana lagi, saat ini saya ingin menulis tapi belum cukup ide membuat judul dalam Bahasa Indonesia yang memantik rasa penasaran pemirsa #halah #halah #halaahh

Terima kasih kepada Twitter saya menemukan artikel yang sangat menarik sekali dari Forbes. Di artikel tersebut dibahas bagaimana merawat diri saat ini menjadi hanya fokus tentang perawatan kulit (diembel-embeli propaganda kosmetika pulak bahwa kulit harus terang seterang lampu toko beras) dan tentang memanjakan diri. Lagi-lagi yang ditarget adalah perempuan seperti laki-laki dibiarkan saja tidak merawat diri padahal mereka juga korban patriarki. #eeaa

Namun artikel Forbes tersebut benar-benar menginspirasi saya untuk menghasilkan tulisan ini. Izinkan saya mengutip dari artikel tersebut:

Self-care is not an indulgence. Self-care is a discipline. It requires tough-mindedness, a deep and personal understanding of your priorities, and a respect for both yourself and the people you choose to spend your life with.

Ini semacam menegaskan 3 hal yang saya lakukan sepanjang 2021:

Saya ke Profesional

Pembahasan soal saya ke psikiater tidak perlu saya ulang di sini. Namun buat saya pribadi, ke profesional sangat jauh membantu saya keluar dari area kepahitan ke kondisi yang lebih terang.

I REST

Terjemahan dalam bahasa Indonesianya tentu ‘saya beristirahat’ tapi ada hal khusus yang saya tekankan di sini. Selama bertahun-tahun, saya hampir terlalu takut mengambil liburan. Saya khawatir belum bekerja optimal, saya merasa pekerjaan adalah hiburan saya dsb dst. Sekarang saya mendisiplinkan diri untuk beristirahat. Jam istirahatnya memang tidak selalu terjadwal mengingat saya pedagang. Kadang saya tidak lagi memegang pekerjaan di atas jam 7 malam, kadang saya baru benar-benar bisa stop jam 8 malam. Namun tidak ada lagi memaksakan diri bekerja sampai jam 23.00.

Pikiran saya pun juga jadi berdisiplin untuk beristirahat. Kadang pukul 22.00 otak saya mengembara sibuk menyusun rencana keesokan harinya. Kadang saya terpikir untuk WA staf. Sekarang saya bisa menunda itu semua. Kadang akhirnya waktu luang saya gunakan untuk menyapa teman lama melalui WA, kadang cuma sekadar berjalan-jalan virtual di Google Map.

REST yang paling penting adalah soal masa depan. Di masanya saya suka berkhayal kapan saya punya rumah, apa mungkin saya punya anak, apa bisa saya melunasi semua utang dsb dst. Lalu berakhir saya tenggelam dalam rasa mengasihani diri sendiri. Memang tidak saya ucapkan, tapi bahasa tubuh saya biasanya menjadi tertutup dan semakin tidak bisa berhenti bekerja. Sekarang saya bisa menyikapi hal tersebut dengan tertawa, ‘ya saya udah ubanan di sini sana, ya saya masih kontraktor, ya saya tidak punya sudut rumah/ foto keluarga lengkap yang bisa dipamerkan di media sosial, tapi saya masih punya diri saya sendiri, yang kreativitasnya masih menyala dan karyanya selalu ada

Saya tidak lagi membandingkan diri dengan orang lain. Saya sudah berbahagia bahwa saya saat ini jauh lebih bijak, jauh lebih ceria, jauh lebih optimis daripada saya dulu. Cukup sudah.

Tulisan menarik tentang ISTIRAHAT

Dikerjakan Karena Mau Bukan Karena Kudu

Sekarang saya hanya mengerjakan hal yang saya ingin kerjakan bukan kudu kerjakan. Tentu saja sebagian besar hal ini karena keistimewaan saya yang memiliki tim staf untuk mengerjakan hal yang saya enggan kerjakan.

Ada pasti hal-hal KUDU yang tidak bisa saya hindarkan kerjakan dan hal tersebut bisa terjadi di malam hari ketika saya memutuskan untuk beristirahat. Namun hal tersebut tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang mana semua saya kerjakan sampai larut malam.

Olahraga

Bagian dari mengasihi diri sendiri ya menggerakkan tubuh. Saya tidak suka berlari jadi bisa jalan 30 menit sambil nonton film seri buat saya sudah bagian dari self-care

Body Care

Lalu apakah karena hal di atas semua saya jadi tidak memakai perawatan kulit? Masih memakai tabir surya dan cuci sabun muka. Dah segitu saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s