Paska Poli Jiwa

Tantangan kehidupan sebenarnya selalu dimulai ketika kita dinyatakan lulus. Entah itu LULUS belajar atau LULUS dari pengobatan. Setelah sekian lama selalu ada yang memantau perkembangan kita, ada indikator keberhasilan berupa ujian, di satu titik ketika kita dinyatakan lulus, kita sendiri yang perlu memastikan kita selalu berada di dalam jalur.

Saya lulus dari poli jiwa dengan menjadi individu yang lebih kuat dan lebih sehat. Sekarang saya ingin memaparkan apa saja yang saya lakukan agar saya tetap di dalam jalur. Oh sekali-kali saya masih suka mengasihani diri sendiri, sesekali merasa sepi. Tapi sudah tidak berlarut.

Terima kasih kepada mas Adjie Santosoputro, saya jadi mendapatkan pencerahan di film dokumenter karya Jonah Hill ‘Stutz’

Phil Stutz

Ketika menonton film ini, saya salut bahwa dengan keterbatasan fisiknya akibat penyakit Parkinson, Phil Stutz tetap melangkah praktek sebagai psikiater sampai sekarang (75 tahun). Pendekatan beliau ini psikoterapi. Bukan psikoterapi karbitan ala di Indonesia loh ya. Beliau mengembangkan programnya sendiri ketika praktek bertahun-tahun sebagai psikiater penjara.

Saya sendiri memang belum membaca buku The Tools dari Phil Stutz. Izinkan saya mengutip sebagian alat yang beliau tawarkan kepada klien berdasar film STUTZ yang sedang saya coba terapkan di kehidupan sehari-hari saya paska lulus dari poli jiwa.

LIFE FORCE : BODY

Kesehatan mental sangat dipengaruhi oleh kesehatan tubuh. Untuk tubuh ini saya perlu memperhatikan : pola makan, pola tidur, dan olahraga. Memang sih sederhana sekali. Semua orang juga tahu tiga hal ini. Namun tahukah anda kebiasaan makan yang manis sangat memicu depresi? Di situ lah saya sangat mengurangi jumlah gula. Penghitungannya tidak sesepele menghapus gula dari kopi panas yang saya minum. Namun saya juga waspada mengambil saus sambal bahkan kecap karena semua ada kadar gulanya.

Ini memang panduan untuk diabetes ya. Namun saya mengikuti poin A juga.

Pola makan dan pola tidur ini (saya masih tidur pukul 23:00 sampai 24:00 dan bangun pukul 08:00) masih terus saya latih untuk lebih baik lagi. Hasil riset yang saya jadikan acuan adalah temuan dari Dr.Satchin Panda

Ada waktu yang tepat untuk makan & tidur

Ini tantangan buat saya koq untuk memiliki kemampuan mengatur waktu yang lebih presisi di dalam rentang jam tersebut untuk beraktivitas meliputi makan, menyelesaikan pekerjaan dan berolahraga. Hal paling menantang adalah mengubah kebiasaan karena saya dibesarkan di dalam lingkungan yang tidak berolahraga dan makan apa saja yang penting kenyang.

LIFE FORCE : PEOPLE

Untuk orang normal, menanyakan kabar adalah sesuatu yang terjadi begitu saja. Buat saya? Itu latihan. Saya berlatih setiap kali angkat telpon bilang ‘halo apa kabar?‘ bukan ‘ada apa nelp?‘. Saya berlatih menanyakan kabar anak pegawai yang sebelumnya malas saya lakukan. Saya berlatih membuat bolu supaya selalu bisa kirim bingkisan kepada setiap orang yang sudah membantu saya atau sekadar supaya mereka senang di hari ulang tahun.

Gak kepengen follow Tiktok saya?

LIFE FORCE : Yourself

Kalau soal ini kebetulan saya selangkah lebih di depan. Jika menurut Prof. Stutz alat terbaik untuk meningkatkan hubungan terbaik dengan diri kita adalah melalui menulis. Saya pun akhirnya berdisiplin menulis tiap Jumat. Mau itu sepanjang ini atau sependek tulisan minggu lalu yang cuma story. Menurut beliau menulis melatih kita berhadapan dengan alam bawah sadar kita yang mana hal itu adalah yang paling kita hindari atau jarang dilakukan sebagai manusia.

Part X

Akan dilanjutkan minggu depan. Waktu menulis saya hari ini sudah habis haha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s